Butuh Bantuan? Customer Service FAATIHA siap melayani dan membantu Anda dengan sepenuh hati.
Beranda » » Adab-adab Mengenakan Cincin Bagi Pria dan Wanita

Adab-adab Mengenakan Cincin Bagi Pria dan Wanita

Ditulis pada: 26 March 2015 | Kategori:

Adab-adab Mengenakan Cincin

Mengenakan cincin dibolehkan bagi laki-laki, dan bukan termasuk perkara yang disunnahkan, akan tetapi itu termasuk perkara yang apabila kebutuhan menuntut untuk mengenakannya, maka silahkan digunakan, dan apabila tidak ada kebutuhan, maka janganlah digunakan. Ini berdasarkan dalil bahwasanya dahulu Rasulullah tidak mengenakan cincin, namun ketika dikatakan kepada beliau bahwa para raja dan para tokoh tidak mau menerima surat kecuali disertai stempel, maka beliau menggenakan cincin yang di matanya terukir: Muhammad Rasulullah, terbuat dari perak, dan tempatnya pada jari kelingking. HR al-Bukhari dan Muslim,
Makruh mengenakannya pada jari tengah dan yang di sampingnya (telunjuk), dan hal itu merupakan sebuah makruh tanzih. Lihat Syarh Shahih Muslim

Mengenakan cincin di tangan kanan adalah lebih utama; karena itu lebih terhormat, dan Nabi telah mengenakan cincin di tangan kanan beliau sekali waktu dan sesekali waktu lainnya beliau mengenakannya di tangan kiri. Fatawa Ibnu Utsaimin.

Tidak boleh mengenakan cincin emas (bagi kaum laki-laki); berdasarkan hadits yang datang dari Rasulullah.

“Bahwa Rasulullah melihat sebuah cincin dari emas di tangan seorang laki-laki, maka beliau melepaskannya, lalu membuangnya, dan bersabda, ‘Seseorang dari kalian bersengaja ke bara api neraka, lalu meletakkannya di tangannya (sendiri).’ Kemudian dikatakan kepada orang tersebut setelah Rasulullah pergi, ‘Ambillah cincinmu, dan gunakan ia pada yang bermanfaat.’ Orang tersebut menjawab, ‘Tidak, demi Allah, saya tidak akan mengambilnya kembali selamanya, sedangkan Rasulullah a telah membuangnya’.” HR Muslim

Yang lebih utama adalah memposisikan mata cincin di telapak tangan (agar jauh dari kesan berhias); karena Nabi melakukan hal tersebut.

Membuat mata cincin dari (bahan yang sama dengan) cincinnya.

Sumber : Adab dan Akhlak Islami

adab dan akhlak islami

Adab-adab Mengenakan Cincin Bagi Pria dan Wanita | FAATIHA | Solusi Kebutuhan Muslim

Tags: adab memakai cincin bagi pria dan wanita, buku adab dan akhlak islami

Belum ada Komentar untuk Adab-adab Mengenakan Cincin Bagi Pria dan Wanita

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Benarkah Sungai dan Kurma, Obat Galau Yang Manjur?

Ditulis pada: 12 April 2016

Sress dan galau menghampiri kehidupan kita hampir setiap hari. Penyebabnya bermacam – macam mulai dari urusan pekerjaan, keluarga maupun asmara. Bagaimana kita bisa hidup dengan usia yang panjang sementara setiap saat stress bisa  menghantui kita ? Salah satu caranya adalah... Baca selengkapnya »

Mahar atau Mas Kawin Menurut Al-Quran dan Hadits

Ditulis pada: 28 September 2015

  Mahar merupakan sesuatu yang diberikan suami kepada isteri berupa harta atau bentuk lainnya sebagai salah satu syarat dalam pernikahan. Mahar atau disebut juga dengan mas kawin diterangkan di dalam Alquran, seperti yang dicantumkan di bawah ini: “Dan berikanlah mahar... Baca selengkapnya »

Adab-adab Mengenakan Cincin Bagi Pria dan Wanita

Ditulis pada: 26 March 2015

Adab-adab Mengenakan Cincin Mengenakan cincin dibolehkan bagi laki-laki, dan bukan termasuk perkara yang disunnahkan, akan tetapi itu termasuk perkara yang apabila kebutuhan menuntut untuk mengenakannya, maka silahkan digunakan, dan apabila tidak ada kebutuhan, maka janganlah digunakan. Ini berdasarkan dalil bahwasanya... Baca selengkapnya »

Hukum Bekerja adalah Fardhu ‘Ain

Ditulis pada: 25 March 2015

Hukum Bekerja Bekerja yang menentukan tegaknya hidup manusia, hukumnya fardhu ‘ain. Sementara usaha yang menentukan tegaknya kehidupan bersama, hukumnya adalah fardhu kifayah. Mendirikan perusahaan dan perindustrian dilihat dari kebutuhan umat secara kolektif hukumnya adalah fardhu kifayah. Bertawakal kepada Allah tidak... Baca selengkapnya »

Malu adalah Sebagian Dari Iman

Ditulis pada: 24 March 2015

 Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu,, أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِوَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِي الْحَيَاءِ فَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِدَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الْإِيْمَانِ “Bahwasanya Rasulullah Shalllahu ‘alaihi wa Sallam melewati seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang sedang menasihati saudaranya... Baca selengkapnya »

}