Butuh Bantuan? Customer Service FAATIHA siap melayani dan membantu Anda dengan sepenuh hati.
Beranda » » Hukum Bekerja adalah Fardhu ‘Ain

Hukum Bekerja adalah Fardhu ‘Ain

Ditulis pada: 25 March 2015 | Kategori:

Hukum Bekerja

Bekerja yang menentukan tegaknya hidup manusia, hukumnya fardhu ‘ain. Sementara usaha yang menentukan tegaknya kehidupan bersama, hukumnya adalah fardhu kifayah. Mendirikan perusahaan dan perindustrian dilihat dari kebutuhan umat secara kolektif hukumnya adalah fardhu kifayah. Bertawakal kepada Allah tidak berarti menganggur dan meninggalkan usaha, karena yang demikian itu adalah tawakal yang tercela.

Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah memerintahkan umat manusia meninggalkan usaha mencari rizki dan mencari penghidupan. Bahkan beliau mengakui cara mencari rizki yang Allah ridhai. Oleh sebab itu, tidak ada alasan mencela jalur-jalur usaha yang disyariatkan. Yang dicela adalah yang menyebabkan pelakunya lupa kepada Allah dan menghalanginya untuk beramal ibadah kepadaNya, sebagaimana dalam Firman Allah ,

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah…” (An-Nur: 37).

Ilmu dan amal dalam Islam tidak dapat dipisahkan. Oleh sebab itu, orang yang beramal atau berusaha harus mempelajari hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan bidang usahanya sehingga tidak tergelincir dan terjerumus dalam keharaman. Seorang pebisnis hendaknya mempelajari bagian ilmu fikih yang berkaitan dengan berbagai aktivitas bisnis yang diharamkan. Untuk alasan itulah buku ini disusun. Demikian juga sikap seorang dokter, petani, produsen dan lain sebagainya.

Sebagaimana seorang pekerja wajib mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan bidang usahanya dari hukum-hukum syariat, ia juga harus menekuni dan mengerjakan pekerjaannya itu dengan baik, serta melakukan berbagai cara yang dapat menolongnya menyelesaikan pekerjaannya, dengan melatih dan mengajarkan ilmunya atau dengan cara lain. Terkecuali bila ia menipu kaum Muslimin. Nabi bersabda:

“Barangsiapa yang menipu kami maka ia bukan termasuk dari kami.” HR Muslim

Orang yang bekerja sebagai dokter tetapi tidak mengenal ilmu kedokteran, maka ia harus bertanggung jawab.

Sumber : Fikih Ekonomi Keuangan Islam

buku-fikih-ekonomi-keuangan-islam-panduan-bisnis-zaman-sekarang

Hukum Bekerja adalah Fardhu ‘Ain | FAATIHA | Solusi Kebutuhan Muslim

Tags:

Belum ada Komentar untuk Hukum Bekerja adalah Fardhu ‘Ain

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Benarkah Sungai dan Kurma, Obat Galau Yang Manjur?

Ditulis pada: 12 April 2016

Sress dan galau menghampiri kehidupan kita hampir setiap hari. Penyebabnya bermacam – macam mulai dari urusan pekerjaan, keluarga maupun asmara. Bagaimana kita bisa hidup dengan usia yang panjang sementara setiap saat stress bisa  menghantui kita ? Salah satu caranya adalah... Baca selengkapnya »

Mahar atau Mas Kawin Menurut Al-Quran dan Hadits

Ditulis pada: 28 September 2015

  Mahar merupakan sesuatu yang diberikan suami kepada isteri berupa harta atau bentuk lainnya sebagai salah satu syarat dalam pernikahan. Mahar atau disebut juga dengan mas kawin diterangkan di dalam Alquran, seperti yang dicantumkan di bawah ini: “Dan berikanlah mahar... Baca selengkapnya »

Adab-adab Mengenakan Cincin Bagi Pria dan Wanita

Ditulis pada: 26 March 2015

Adab-adab Mengenakan Cincin Mengenakan cincin dibolehkan bagi laki-laki, dan bukan termasuk perkara yang disunnahkan, akan tetapi itu termasuk perkara yang apabila kebutuhan menuntut untuk mengenakannya, maka silahkan digunakan, dan apabila tidak ada kebutuhan, maka janganlah digunakan. Ini berdasarkan dalil bahwasanya... Baca selengkapnya »

Hukum Bekerja adalah Fardhu ‘Ain

Ditulis pada: 25 March 2015

Hukum Bekerja Bekerja yang menentukan tegaknya hidup manusia, hukumnya fardhu ‘ain. Sementara usaha yang menentukan tegaknya kehidupan bersama, hukumnya adalah fardhu kifayah. Mendirikan perusahaan dan perindustrian dilihat dari kebutuhan umat secara kolektif hukumnya adalah fardhu kifayah. Bertawakal kepada Allah tidak... Baca selengkapnya »

Malu adalah Sebagian Dari Iman

Ditulis pada: 24 March 2015

 Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu,, أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِوَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِي الْحَيَاءِ فَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِدَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الْإِيْمَانِ “Bahwasanya Rasulullah Shalllahu ‘alaihi wa Sallam melewati seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang sedang menasihati saudaranya... Baca selengkapnya »

}